Restorasi Bukan Sebuah Pengampunan

Palembang, Scale Up – Lebih dari 2,6 juta hektar hutan dan lahan gambut di Indonesia dilumat api, setara dengan 36 kali lipat luas Provinsi Jakarta. Lahan gambut merupakan wilayah yang paling besar dilanda kebakaran. Jumlah luasan lahan terbakar tersebut, belum termasuk masyarakat jumlah yang terpapar asap, lepasnya emisi karbon dan nilai kerugian ekonomi. Atas tragedi

Kementerian LH: Hutan yang Dikelola Masyarakat Minim Titik Api

BENGKULU, KOMPAS.com — Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, menyebutkan bahwa kawasan hutan yang dikelola masyarakat justru minim titik api. “Selama peristiwa kabut asap terbukti titik api dari kawasan hutan yang dikelola masyarakat paling minim. Paling banyak titik api berasal dari hutan yang dikelola oleh perusahaan,” kata Wiratno dalam Workshop Konsultasi Publik

Ribuan Masyarakat Lingkar Tambang Muratara Hadang Ratusan Brimob

Muratara, Sumsel (Nusantara TIME) – Ribuan masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang berada di lingkar tambang PT. Dwinad Nusa Sejahtera (PT.DNS) Jumat (10/7) berhasil menghadang ratusan aparat dari kesatuan Brimob yang bertujuan membuka blokade akses jalan menuju lokasi pertambangan emas PT.DNS. Beruntung, pada kejadian penghadangan oleh masyarakat lingkar tambang sore hari Jumat (10/7) sekitar

Masyarakat Bergantung Lahan Gambut

kabarsumatera.com, Palembang – Serikat Petani Sriwijaya (SPS) menggelar studi dokumen pengelolaan dan penelitian soal gambut di Sumatera Selatan khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Berharap kedepannya pemerintah memberikan kesempatan pada masyarakat mengelola lahan gambut dan lahan lainnya dengan tak hanya andalkan perusahaan. Kepala Divisi Gambus SPS Sudarto Marelo menyebutkan, biasanya masyarakat ketika mengelola lahan dulunya

Petani Wajib Diberi Hak Pengelolaan Lahan

kabarsumatera.com, Palembang – Serikat Petani Sriwijaya (SPS) kerjasama dengan Scale up menggelar lokakarya penyusunan rencana aksi Advokasi Gambut untuk satu tahun kedepan. Divisi gambut SPS bersama Scale Up melakukan study pengelolaan dimasyarakat. Tujuannya untuk memberitahu pemerintah, bahwa masyarakat Indonesia petani, mempunyai kemampuan untuk mengelola lahan Gambut. “Baik di kawasan hutan maupun Hak Pengguna Lain (HPL).

Sumsel Tertinggi Konflik SDA

PALEMBANG (KABAR SUMATERA).Sumatera Selatan (Sumsel), terbilang aman dari konflik suku,ras maupun agama.Namun Propinsi ini Justru sangat rentan terjadinya konflik perebutan Sumber Daya Alam (SDA).banyaknya perkebunan swasta, membuat Sumsel tertinggi dalam konflik SDA. ”Di Indonesia, Sumsel adalah propinsi yang tinggi konflik SDA nya.Selain Sumsel, Propinsi lainnya adalah Riau,” kata Direktur Eksekutif  Suistainable Social Development Partnership (Scale

Mediasi Salah Satu Sarana Bagi Masyarakat Dalam Perlawanan

REALNEWSSUMSEL.COM, Palembang – Banyaknya Korban yang timbul saat melakukan aksi unjuk rasa (perlawanan) yang dilakukan masyarakat ketika berkonflik dengan Pemerintah atau perusaat terkait dengan Sumber Daya Alam (SDA), menjadi dasar bagi  Not Goverment Organisasio (NGO) Sustainable Social Development Partnership (Scale Up), yang mengatakan bahwa dalam setiap menyelesaikan konflik sebaiknya mengedepankan sistem Mediasi atau Negosisasi.   Hal

Scale Up dan SPS Beri Penguatan Kapasitas Soal Resolusi Konflik SDA

PALEMBANG, GORIAU.COM – Lembaga kemitraan pembangunan sosial berkelanjutan, Scale Up bekerja sama dengan divisi gambut Serikat Petani Sriwijaya (SPS) Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas masyarakat di Hotel Azza Palembang, Senin (27/10/2014). Penguatan yang diberikan terutama dalam hal resolusi konflik sumber daya alam (SDA), FPIC dan negosiasi. Kepala divisi gambut SPS, Sudarto Marelo dalam sambutannya berharap,

Perlunya Dilakukan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Agar Masyarakat Mampu Untuk Mengkomunikasikan Haknya Melalui Proses Yang Baik dan Berkeadilan

PALEMBANG- ScaleUp (27/10).Lembaga Kemitraan pembangunan sosial berkelanjutan,Scale Up bekerja sama dengan Serikat Petani Sriwijaya (SPS) Divisi gambut melakukan kegiatan pendidikan penguatan kapasitas masyarakat di hotel Azza palembang(27/10). Sudarto Marelo,kepala divisi gambut SPS dalam sambutan nya menjelaskan “Hari ini sampai besok kita akan mendapatkan materi tentang resolusi konflik,FPIC,dan Negosiasi. Ia menambahkan ” harapan kita melalui kegiatan ini