Scale Up Turut Ambil Bagian Dalam Gerakan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Scale Up Turut Ambil Bagian Dalam Gerakan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

04 Desember 2018 68
Angka kekerasan terhadap perempuan masih terus meningkat. Pada 2017, terdapat 348.446 jumlah pelapor yang terekam dalam daftar. Angka tersebut melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 259.150 kasus. Prihatin terhadap hal tersebut, Aktivis perempuan di Riau membentuk Koalisi Anti Diskriminasi Riau (KASAI Riau).
 
Bertepatan dengan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP), KASAI bersama jaringannya mengadakan rangkaian kegiatan untuk menyuarakan anti diskriminasi dalam Pemilu 2019 mendatang.
 
Dalam kegiatan kampanye 16 HAKTP, KASAI Riau berkoalisi dengan  organisasi masyarakat dari berbagai isu. Scale Up sebagai salah satu lembaga yang fokus pada isu penyelesaian konflik Sumber Daya Alam, turut terlibat dalam kampanye tersebut.
 
“Scale Up berempati karena masih banyak kekerasan terjadi terhadap perempuan. Scale up sebagai lembaga yang memfasilitasi penyelesaian konflik banyak melihat kekerasan-kekerasan terhadap perempuan di area konflik. Oleh sebab itu Scale Up memandang upaya teman-teman gerakan dalam memperjuangkan HAKTP juga merupakan bagian dari apa yang diperjuangkan Scale Up. Scale Up sadar betul bahwa di area konflik perempuan merupakan kelompok paling rentan terkena dampak konflik dan mengalami beban ganda,” terang Direktur Scale Up, M Rawa El Amady, Senin 3 Desember 2018.
 
Dalam pandangannya, perempuan selalu mengalami domestikasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Peran perempuan di ranah publik sangat penting, karena berdasarkan fungsi reproduksinya perempuan melahirkan generasi penerus bangsa. Peran perempuan di ranah domestik tidak dipertanyakan lagi, namun peran perempuan diranah publik masih sering diabaikan.
 
“Perempuan di sekitar kawasan industri juga rawan terinfeksi penyakit menular seksual, karena perkembangan industri dibarengi dengan menjamurnya praktek prostitusi,” imbuhnya.
 
Untuk memperingati 16 HAKTP, KASAI Riau bersama jaringannya melakukan rangkaian kegiatan. Pertama "nonton bareng" bersama mahasiswa di salah satu café di wilayah Panam, Pekanbaru, kedua diskusi publik dengan tema “ hentikan segala bentuk Kererasan Struktural, wujudkan pemilu anti diskriminasi”.
 
Kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial di panti asuhan kemuliaan dan akan dilanjutkan dengan "nonton bareng emak-emak” di kantor camat Pekanbaru Kota pada 6 Desember 2018. Rangkaian acara ini akan ditutup dengan kampanye di arena Car Free Day (CFD) pada 9 Desember mendatang.
 
KASAI Riau diinisasi oleh 6 tokoh perempuan muda Riau, Istiqomah Marfuah, Dina Febria Astuti, Afri, Wanahyu Dwi Utami, Herlia Santi, Widya Astuti. Pada kegiatan ini bergabung beberapa lembaga yang memberikan dukungan secara penuh seperti Scale Up, HWDI, FKKADK, FAMM Indonesia, Yayasan Hutanriau, LSL, OPSI, LBH Pekanbaru, AJI Pekanbaru, PPSW Sumatera, Yayasan tesso Nilo,Gren Radio dan lembaga lainnya