subscribe: Posts | Comments

Mendorong Masyarakat Peduli Gambut Lewat Kegiatan Jambore

0 comments
Mendorong Masyarakat Peduli Gambut Lewat Kegiatan Jambore

Scale Up, Jambi – Jambi pada 5 hingga 7 November 2016 menjadi perhatian nasional karena kegiatan Jambore Masyarakat Gambut resmi dibuka oleh Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Wakil Gubernur Jambi Fahrori Umar, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Suprayoga Hadi.

Kegiatan perdana mengusung tema ‘Pulihkan Gambut, Pulihkan Kemanusiaan’ ini dihadiri 1.045 peserta yang berasal dari tujuh provinsi, yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua, serta dihadiri pula oleh 34 organisasi masyarakat sipil.

jambore-myrna

Dipilihnya Jambi menjadi tuan rumah karena Provinsi Jambi terdapat tiga kabupaten yang waspada Gambut. Ketiga Kabupaten tersebut, yakni Tanjungjabung Barat, Tanjabjabung Timur dan Muaro Jambi. Demikian ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ridham Priskap (metrojambi.com/5 Sept 2016).

Peresmian acara digelar di Gelanggang Olahraga Remaja Kotabaru Jambi pada hari Sabtu ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama. Kegiatan berlangsung mulai 5 – 7 November, dan sejumlah agenda mengisi kegiatan ini antara lain pondok belajar gambut, seminar dan dialog, pentas inovasi rakyat restorasi gambut berbasis desa, pertunjukan seni budaya, dan pameran hasil produksi usaha kecil dan menengah.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, mengatakan bahwa pembangunan yang mengedepankan desa diwujudkan BRG lewat program Desa Peduli Gambut. Saat ini program tersebut telah dirintis di 104 desa dari 1205 desa yang berada di 2,4 juta hektar area restorasi.

jambore-nazir

Foead menyebutkan bahwa di desa-desa tersebut, BRG akan mengenalkan pengelolaan gambut secara lestari dan masyarakat bisa mengembangkan sejumlah komoditas pertanian ramah gambut antara lain seperti jelatung rawa, nanas, dan kopi.

Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar berharap agar kegiatan jambore ini menjadi momentum silaturahmi dan koordinasi berbagai elemen untuk kepentingan merestorasi 2 juta hektare gambut pada 2020 yang menjadi target BRG.

Myrna Syafitri selaku Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan dari Badan Restorasi Gambut (BRG) mengatakan bahwa jambore ini salah satu momentum dalam bersinergi dan berkomitmen mengatasi kerusakan lahan gambut.

“Jambore ini adalah forum rakyat, di mana menjadi tempat bagi masyarakat yang terlibat dalam restorasi gambut untuk saling bertemu, saling menguatkan, dan mempunyai kesempatan untuk melakukan refleksi bersama terhadap restorasi gambut yang telah dilakukan selama ini,” tutur Myrna kepada Scale Up.

Scale Up dalam kegiatan Jambore Masyarakat Gambut mengirimkan perwakilan 20 masyarakat dari Kabupaten Siak, Pelalawan, Rokan Hilir, Kampar, dan Pekanbaru. Mereka yang ikut serta adalah masyarakat yang dianggap konsisten dalam menjaga dan memanfaatkan kawasan gambut sebagai sumber perekonomian.

jambore-deputi

Salah seorang peserta dari Desa Penyengat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Ibu Apo yang ikut diundang untuk menghadiri acara ini, merupakan petani yang memanfaatkan tanah gambut yang dulunya ditanami sawit kemudian diganti dengan nanas, cabai, dan tanaman yang ramah terhadap lahan gambut.

Target restorasi gambut bukan hanya sebagai target pemulihan lingkungan belaka, seperti yang diungkapkan Nazir Foead. “Betapa bernilainya lahan gambut bagi petani untuk budidaya dengan tanaman yang adaptif dan kita selaku BRG akan mendukung penuh hal tersebut,” tutup Nazir kepada Scale Up. (som/mo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image