Home

Kamis, 4 Oktober 2012
295.000 Ha, Lahan Pertanian Rakyat di Riau Dicaplok Perusahaan

Pekanbaru, PekanbaruExpress - Hingga saat ini tercatat sebanyak 295.000Ha, lahan pertanian milik rakyat yang tersebar di 4 Kabupaten, Provinsi Riau, dicaplok (direbut kepemilikannya-red) oleh Perusahaan-perusahaan Perkebunan raksasa. Berdasarkan data yang dimiliki Serikat Petani Indonesia (SPI) Riau,lahan seluas 240.000Ha itu dianataranya, terdapat di Kabupaten Kampar dengan luas 3500Ha dan perusahaan pencaploknya adalah. PT. RAKA dengan total seluas 3000Ha, yang terbagi di 2 titik yakni di Kecamatan Tapung Hulu seluas 1400Ha dan Kecamatan Tapung Hilir seluas 1600Ha melalui 25kelompok tani yang dianggap fiktif oleh masyarakat. Sementara lahan pertanian lainnya seluas 500Ha terdapat di Kecamatan Siak Hulu, Desa Kepau jaya dengan perusahaan pencaploknya PT.Johanes.

“Untuk Kabupaten Kampar terdapat seluas 3500Ha, lahan pertanian rakyat yang dicaplok oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit yakni PT.RAKA dan PT.Johanes.” ucap Juru bicara SPI Riau, Mislan (40) kepada pekanbaruexpress.com di pekanbaru.

Selain di Kabupaten Kampar, lahan pertanian rakyat yang di caplok oleh perusahaan juga terjadi di Kabupaten Bengkalis, dengan luas lahan 5000Ha. Kali ini perusahaan pencaploknya tidak tanggung-tanggung yakni PT. RAABADI anak dari perusahan pabrik kertas terbesar di Asia yaitu RAPP, yang bergerak khusus pada bidang penanaman kembali kayu bahan baku bubur kertas, seperti kayu akasia. Pencaplokan itu terjadi di Desa Malibur, Kecamatan Pinggir yang nota banenya sejak tahun 1980-an telah menjadi lahan pertanian rakyat.

“PT.RAABADI di Kabupaten Bengkalis mencaplok lahan pertanian rakyat seluas 5000Ha, hal itu terjadi pada tahun 2006 lalu. Sementara warga telah mengusahainya sejak tahun 1980-an.”jelasnya.

Pencaplokan lainnya juga terjadi di Kabupaten Kuansing dengan luas lahan 5000Ha, tepatnya di Desa Sawah Godang oleh PT.HSL. Sementara di Kabupaten Pelelawan perusahaan pencaplok lahan pertanian rakyat itu di lakukan langsung oleh PT.RAPP dengan luas lahan 16.000Ha, tepatnya di Desa Sei Gati, Kecamatan Langgam.

“Untuk di Kabupaten Pelelawan ini berbagai upayah telah dilakukan warga untuk kembali, merebut lahan milik mereka namun terkesan tidak mendapat dukungan dari Pemerintah, sehingga warga tidak mampu berbuat apa-apa untuk melawan PT.RAPP itu. (eed)

Sumber :
http://www.pekanbaruexpress.com/daerah/7950-295000ha-lahan-pertanian-rakyat-di-riau-dicaplok-perusahaan