Home

Ahad, 9 Desember 2012
Ninik Mamak Tiku-Manggopoh Makin Sulit Kendalikan Emosi Massa
Penulis : Idham

AGAM, SumbarOnline.com - Lambannya proses eksekusi PK Mahkamah Agung no 749/PDT/2011 atas tanah perkebunan seluas 2500 hektare di Anak Aia Gunuang yang dikuasai oleh PT Minang Agro oleh Pengadilan Negeri Lubuk Basung, semakin membuat gusar ribuan anak kemanakan pucuk adat kedua nagari.

Mereka mengancam pucuk adat mereka jika eksekusi tidak dilaksanakan juga, maka mereka segera menghentikan operasional PT Minang Agro dan para massa bayaran.

"Jangan salahkan kami para anak kemanakan jika eksekusi ini tidak juga dilaksanakan oleh Pengadilan, sedangkan PT Minang Agro terus melakukan perlawanan dengan massa bayaran untuk melawan perintah negara ini” tegas Idham Firmantara, Ketua Anak Kemanakan Basa Nan Barampek nagari Tiku, Minggu (9/12), di posko perjuangan simpang Durian Kapeh.

Aksi sweeping dan pendudukan lapangan sepanjang jalan daru Gunung Antokan sampai objek tanah perkara, telah dikuasai oleh sekelompok preman yang menakan diri Parik Paga Nagari Tiku. Mereka berkumpul di tiga titik jalan dengan persenjaataan batu, golok serta tombak yang ditengarai difasilitasi oleh PT Minang Agro. Mereka juga menanyakan identitas warga atau petani yang melintasi jalan tersebut sehingga menimbulkan ketakutan. “Aksi provokasi ini smeakin menjadi-jadi karena aparat kepolisian membiarkan mereka, padahal jelas-jelas melanggar hukum” ujar Idham Firmantara.

Sebelumnya dua pucuk adat nagari Tiku dan Manggopoh dalam sebuah pertemuan adat di Sago Manggopoh, memerintahkan kepada pimpinan massa anak kemanakan nan tujuah suku untuk tidak bergerak tanpa komando pucuk adat masing-masing nagari.

”Tapi ini sampai kapan kita biarkan situasi ini? Polisi yang paling bertanggung jawab menciptakan rasa aman tidak punya inisiatif sedikitpun melakukan antisipatif dengan melakukan razia” tegas Idham.

Desakan untuk segera menuntaskan persoalan ulayat nagari Tiku ini semakin kuat dari anak kemanakan kedua belah pihak. Mereka berasal dari berbagai komponen, baik para tuo kampung, pemuda, yang berasal dari berbagai jorong dan bantuan nagari lain.

“Jadi saya mendesak pucuk adat kami kedua nagari segera menentukan sikap secepatnya, kalau tidak kami akan ambiul sikap sendiri” tegas Idham Firmantara.

Tetap Bersabar

Rangkayo Bunsu, salah satu Basa Nan Barampek dari nagari Tiku mengatakan memang sulit mengendalikan emosi massa yang semakin memuncak ini. Desakan berbagai komponen atas penyelesaian eksekusi PK Mahkamah Agung ini semakin kuat. “Saya akan cari solusi secepatnya dengan musyarawarah dengan pihak-pihak yang berkompeten” jelas DM DT Rangkayo Bunsu.

Kendati demikian, sebagai ninikmamak, saya tidak mengizinkan anak kemenakan saya berbuat sendiri-sendiri tanpa ada izin dari kami Basa Nan Barampek. “Saya minta tetap anak kemanakan mengdepankan kesabaran sampai ada perintahj dari kami” ujarnya.

Para ninik mamak juga mengingatkan agar jangan terpancing atas provokasi pihak perusahaan bersama massa bayaran mereka. “Bagaimanapun, kita hendak diadudomba sesama saudara kita sendiri agar bisa menguasai tanah ulayat kita, jadi jangan pernah terpancing” tegasnya.

Saat ini, banyak sms gelap serta ancaman dari jagoan kampuang dengan ancaman bunuh kepada tokoh anak kemanakan basa nan barampek nagari Tiku.

Sumber :
http://sumbaronline.com/berita-13183-ninik-mamak-tikumanggopoh-makin-sulit-kendalikan-emosi-massa.html