Home

Jumat, 10 Agustus 2012
Warga Siabu Minta Bantuan Scale Up

PEKANBARU (RP) - Perwakilan ratusan Kepala Keluarga (KK) dari Desa Siabu, Kecamatan Salo, mendatangi kantor Scale Up di Jalan Angsa II, Sukajadi Pekanbaru, Kamis (9/8). Perwakilan yang dipimpin Saripuddin Datuk Raja Melayu datang untuk meminta dimediasi Scale Up terkait berlarut-larutnya konflik agraria di Desa Siabu.

‘’Tempat peladangan kami digusur, tempat tinggal dipindahkan tanpa ganti rugi. Dan, sekarang dijadikan HTI akasia,’’ ungkap Syarifuddin. Menurut Syarifuddin, di Desa Siabu saat ini ada 200 kepala keluarga. Sejak digusur mereka saat ini jadi terpencar-pencar, dan sebagian tetap bertahan untuk mempertahankan hak ulayatnya.

‘’Sudah berkali-kali terjadi kontak fisik dengan perusahaan. Bahkan kami mendapat tekanan dari aparat keamanan,’’ imbuh Saripuddin yang kemarin didampingi lima warga Siabu lainnya. Menurut Romesh, dari divisi pendampingan masyarakat di Scale Up menyebutkan, kedatangan warga minta dukungan pendampingan.

Pasalnya, beberapa bulan ini mereka mendatangi perusahaan tapi belum ada hasilnya. ‘’Lalu kita mencoba mengirim surat ke Dewan Kehutanan Nasional (DKN), dan masih menunggu tindaklanjutnya,’’ papar Romesh.

Hal itu dibenarkan Arif, yang juga anggota divisi pendampingan masyarakat di Scale Up. Menurut Arif, sebelumnya warga sudah mengadu ke Polres Kampar, bahkan DPRD Kampar. Tapi belum mendapat respon.

‘’Jangan sampai terjadi seperti di PT RAKA, karena lambat direspon akhirnya terjadi anarkis,’’ ungkap Arif yang mengatakan perlu kearifan dari semua kalangan yang terlibat.(ila)

Sumber:http://www.riaupos.co/daerah.php?act=full&id=2174&kat=3