Home

Jumat, 10 Agustus 2012
Scale Up-AJI Taja Diskusi Mekanisme Penyelesaian Konflik SDA

Pekanbaru, Scale Up - Forum diskusi kembali digelar oleh Scale Up dan AJI (Aliansi Jurnalistik Independen) pada Jumat (10/8) di Hotel Aziza, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Diskusi bertema "Perspektif Konflik dan Pentingnya Kelembagaan Serta Mekanisme Penyelesaian Konflik Sumber Daya Alam," dilaksanakan pada mulai pukul 15.00 Wib hingga buka puasa bersama dijelang.

Diskusi yang dipandu oleh M. Rawa El Amady, dimulai dengan pengantar oleh Ahmad Zazali, Direktur Eksekutif Scale Up. Menurutnya konflik sumber daya alam menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, dan konflik-konflik yang terjadi sering berujung pada saling serang antara masyarakat dan perusahaan. "Persoalan ini menciptakan situasi yang tidak kondusif dan para pihak yang berkonflik sama-sama dirugikan," Demikian ungkapnya.

Menurut anggota Dewan Kehutanan Nasional (DKN) ini, wujud kelembagaan dan mekanisme dalam mengatasi persoalan konflik SDA adalah cukup penting, demi mendorong terciptanya keadilan dan kedamaian.

Peserta diskusi dihadiri sekitar 40 peserta melibatkan unsur Civil Society Organization (CSO), jurnalis, lembaga mediasi, akademisi, dan penegak hukum.

Dalam diskusi, Scale Up dan AJI mengundang sejumlah pembicara yaitu Yohanes Supama, Kepala Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kanwil BPN Propinsi Riau, Mumu Muhajir, dan H.Abd Thalib, SH.,M.C.L.,Ph.D, Pembantu Dekan I dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru.

Dari hasil diskusi ini, mengemuka sejumlah usulan bagi terwujudnya wadah untuk penyelesaian konflik, yaitu lembaga mediasi,lembaga adat, dan lembaga kolaborasi (melibatkan BPN, kepolisian, masyarakat, dan pihak lainnya).

Pada akhir sesi, rekomendasi yang ditawarkan adalah perlu adanya diskusi lanjutan untuk memformulasikan kelembagaan dan mekanisme penyelesaian konflik. [Mom]