Home

Senin, 19 November 2012
Datuk Rajo Melayu Perjuangkan Tanah Ulayat

BANGKINANG, haluanriaupress.com - Perjuangan anak kemenakan Datuk Rajo Melayu mendapatkan kembali tanah ulayat yang dikuasai PT PSPI di Kampung Pertemuan Desa Siabu Kecamatan Salo Kabupaten Kampar terus berlanjut. Jumat (16/11) kemarin, Sarifudin Datuk Rajo Melayu yang merupakan pimpinan anak kemenakan Persukuan Melayu Desa Siabu bersama belasan anak kemenakan mendampingi kedatangan Dewan Kehutanan Nasional (DKN).

Dari Jumat (16/11) pagi hingga siang, DKN bersama anak kemenakan melihat langsung kampung pertemuan dan beberapa bukti kehidupan anak kemenakan Datuk Rajo Melayu di masa lalu di Kampung Pertemuan Desa Siabu. Setelah melihat bukti-bukti perkampungan Datuk Rajo Melayo, rombongan DKN dan wartawan diajak melihat langsung lahan yang diklaim sebagai tanah ulayat Datuk Rajo Melayu masih dikuasai pihak perusahaan.

Sarifudin Datuk Rajo Melayu menuturkan, lahan seluas 50 hektare dari 10 ribu hektar Tanah Ulayat Datuk Rajo Melayu telah berupaya mendapatkan kembali lahan yang dikuasai perusahaan sejak 1993 dengan menanami bibit karet pada Maret 2012 lalu. Namun pada Mei 2012 bibit yang ditanami dicabut pihak perusahaan.

Diakuinya, lahan itu ditanami karet setelah perusahaan melakukan panen kayu tanaman industri. Sementara masyarakat menanami karet Maret. Selain mencabut tanaman karet, pihak perusahaan juga menghancurkan pondok warga yang didirikan di tengah areal tersebut. Ada 27 pondok yang dirobohkan. "Duduk dengan perusahaan sudah berulang-ulang, baik difasilitasi aparat pemerintah tak ada jalan penyelesaian," imbuh Datuk Rajo Melayu.

Sementara itu, Ketua Komisi Konflik Jomi Suhendri ketika diminta tanggapannya mengungkapkan, DKN turun ke lokasi mengkaji kepemilikan. Disatu pihak Datuk Rajo Melayu telah mengklaim sebagai tanah ulayat. Sementara pihak PT PSPI telah mengantongi izin dari pemerintah, yakni Menteri Kehutanan.

Dari izin tersebut posisi perusahaan sudah kuat, namun DKN tawarkan solusi terbaik diantaranya akan mempertemukan masyarakat dengan pihak perusahaan. "Kami belum bisa katakan apakah memang benar Datuk Rajo Melayu atau perushaaan yang berhak," katanya. (hir)

Sumber :

http://www.haluanriaupress.com/index.php/daerah/halaman-20/10857-datuk-rajo-melayu-perjuangkan-tanah-ulayat-.html