Home

Selasa, 27 November 2012
Waspada, Konflik Agraria Terbesar Bisa Pecah di Riau
Penulis : Rudi Kurniawansyah [30 Januari 2012]

PEKANBARU--MICOM: Konflik agraria terbesar berpotensi pecah di Provinsi Riau. Hal itu terindikasi dari banyaknya kepala daerah dan pejabat dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Riau yang terjerat kasus hukum korupsi perizinan.

"Riau itu daerah sangat rentan terjadi konflik besar agraria. Di sini banyak izin-izin perkebunan, kehutanan, dan pertambangan yang tidak pernah ditinjau ulang oleh pemerintah daerah. Tidak pernah jelas di mana batas lahan perusahaan. Sedangkan masyarakat yang hidup di sekitarnya semakin terdesak," kata Pengamat Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Riau Hasanuddin kepada media indonesia.com di Pekanbaru, Senin (30/1).

Ia menjelaskan saat ini di atas kertas luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 1,34 juta hektare (ha). Sedangkan sekitar dua juta ha hutan Riau dimanfaatkan sebagai hutan tanaman industri (HTI). Namun dari luas lahan jutaan ha yang dikuasai sejumlah perusahaan itu pada kenyataannya lebih dari yang terdata.

Sampai kini tidak ada batas lahan yang jelas antara luas lahan yang sesuai dengan perizinan dengan milik masyarakat. "Pemimpin Riau harus berani dan tegas. Lakukan pengukuran ulang terhadap semua izin lahan yang ada. Itu berguna untuk meredam potensi konflik yang sangat tinggi di Riau," kata Hasanuddin.

Sejauh ini, lanjutnya, karakteristik masyarakat Riau yang tidak mau ribut, dalam suatu waktu dapat berubah seketika menjadi bom waktu konflik agraria. Dampaknya tentu akan sangat fatal bagi sistem sosial pemerintahan padahal itu semua akibat kebijakan pemerintah masa lalu.

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau Hariansyah Usman. Menurut aktivis lingkungan yang akrab disapa Kaka itu, situasi Indonesia saat ini yang sistem tata kelola sumber daya alamnya carut-marut seperti kehutanan,
perkebunan, pertanian, pertambangan, perikanan, dan kelautan, potensi meledaknya bom waktu konflik agraria sangat besar terjadi di Riau. Belum lagi masifnya ekspansi industri yang berbasis lahan atau tanah seperti perkebunan kelapa sawit, HTI, dan pertambangan.

"Banyaknya konflik tanah yang belum terselesaikan secara tuntas, ditambah lagi dengan kenyataan banyak pejabat di tingkat kabupaten dan provinsi yang terjerat kasus hukum terkait korupsi perizinan, menambah keyakinan itu (konflik agraria)," ujar Hariansyah.(RK/OL-01)

Sumber :
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/01/30/295034/126/101/Waspada_Konflik_Agraria_Terbesar_Bisa_Pecah_di_Riau