Home

Senin, 29 Oktober 2012
Tanah 2.000 Ha Diserobot Pengusaha Sawit, Warga Riau Ngadu ke Komnas HAM

Jakarta, DetikNews - Empat warga Dusun Ampaian Rotan, Kepenghuluan Bagan Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mendatangi Kantor Komnas HAM. Mereka mengadukan permasalahan penyerobotan lahan warga Ampaian Rotan yang dilakukan oleh seorang pengusaha kelapa sawit di daerahnya.

Dartam Priyanto, mantan Kepala Dusun Ampian Rotan tahun 2003-2011, mengatakan bahwa penyerobotan lahan milik warga dilakukan sejak tahun 2003. Saat itu pengusaha tersebut membeli lahan seluas 624 ha dari seorang pengusaha lain.

"Dari 624 ha lahan yang dia beli, 465 ha tidak bermasalah, sedangkan sisanya (159 ha) bersengketa karena tumpang tindih dengan tanah masyarakat," kata Dartam di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2012). Mereka diterima oleh Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh.

Dartam menjelaskan bahwa tanah milik masyarakat ikut dijual kepada pengusaha tersebut. Tahun 2003 sampai 2004, lahan warga diserobot. Ekskavator pun juga dikerahkan untuk menghancurkan rumah warga.

"Dia melakukan pembakaran 30 rumah dan pembakaran musala melalui preman-premannya. Serentak ada letupan senjata, terbakar 30 rumah sekaligus!" ungkap Dartam.

"Korban semula sekitar 150 KK, sekarang sudah bertambah menjadi sekitar 200 KK," lanjut Dartam.

Sampai sekarang, sudah 2 ribu ha lahan yang dimiliki pengusaha yang juga Purnawirawan TNI tersebut. Ekspansi perluasan lahan pengusaha tersebut didasarkan atas Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang dimilikinya.

"SKGR yang dimiliki dia itu fikif, palsu. Kepala Desa Ampian Rotan waktu itu memalsukan tanda tangan pihak prtama, yaitu masyarakat. Padahal kami sebagai masyarakat tidak pernah diajak musyawarah," terang Dartam.

Terdapat pengusaha lain, Amin Harijani, yang juga menjadi korban penyerobotan lahan. Amin yang ikut mengadu ke Komnas HAM pernah melaporkan pengusaha tersebut ke Polda Riau. Namun akhirnya laporan tersebut kandas setelah Hakim Isnurul S Arif di Pengadilan Negeri Pekanbaru memenangkan gugatan praperadilan pengusaha tersebut. Menurut Dartam, saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut adalah saksi-saksi palsu. Dartam akan melaporkan hakim tersebut ke Komisi Yudisial (KY).

"Kami juga mau mengadukan Hakim Isnurul S Arif ke Komisi Yudisial. Hakim sesat itu," ujar Dartam.

Ridha Saleh mengatakan bahwa Komnas HAM akan menindaklanjuti kasus penyerobotan lahan ini. "Kami akan meneruskan kepada Polda dan Gubernur setempat supaya pengusaha tersebut tidak melakukan ekspansi tanpa dasar di luar wilayahnya. Kami juga akan memanggil pengusaha itu, secepatnya," tutur Ridha.

(nwk/nwk)

Sumber :

http://news.detik.com/read/2012/10/29/183643/2075477/10/tanah-2000-ha-diserobot-pengusaha-sawit-warga-riau-ngadu-ke-komnas-ham