Home

Jum’at, 5 April 2013
Bentrok Maut di Jurong 18
PT APSL Bantah Karyawannya yang Teror Warga Bonai

Bentrok maut di Jurong 18 dinilai kriminal murni. PT APSL bantah perusahaan dan karyawan penyebab terjadinya bentrok.

Riauterkini, PASIRPANGARAIAN - HRD PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL), Joni Marpaung, tegaskan bukan karyawan perusahaannya yang terlibat bentrok berdarah dengan warga Jurong 18 Desa Bonai Kecamatan Bonaidarussalam Kabupaten Rokan Hulu, awal Februari 2013 lalu.Menurut Joni, penyebab bentrok berdarah karena adanya dugaan jual beli lahan di luar areal PT APSL di Bonaidarussalam. "Sebenarnya bukan kita terlibat. PAM Swakarsa kita di dalam perusahaan. Memang kebetulan ada yang menggunakan jasa warga Flores juga kan? Tapi kita tidak tahu siapa dia," ungkap Joni menjawab riauterkinicom di Pasirpangaraian, Kamis (4/4/13).

Menurut Joni lagi, adanya seorang anggota dari Flores terbunuh oleh massa, lantas isu miring diplesetkan kepada PT APSL. Isu-isu sengaja dilemparkan oknum jika perusahaan pelakunya.

"Apalagi kita satu-satunya perusahaan disana, sementara yang lain hanya perseorangan. Itu awal sebenarnyanya, tapi masalah kepentingan-kepentingan seseorang itu saya tidak tahu menahu," kata Joni seperti ketakutan mengungkap siapa dalang dibalik penyerangan warga Jurong 18, pada Jumat malam (8/2/13) sekitar pukul 23.00 Wib sampai dengan Sabtu dinihari lalu (9/2/13).

Masalah PAM Swakarsa menggunakan warga Flores, diakui Joni memang perusahaan memakainya, tapi mereka bukan digunakan sebagai senjata perusahaan untuk meneror dan menyerang masyarakat, tapi sebatas menjaga areal perkebunan dan perusahaan.

"Ada memang kita pakai jasa warga Flores, tapi yang terlibat bentrok itu bukan PAM Swakarsa kita, tapi dari KTMB (Koperasi Tani Maju Bersama). Nah itu dia, dan kita kan kerjasama pola KKPA dengan mereka," tandas Joni lagi.

Joni mengaku peristiwa berdarah di Jurong 18 merupakan kriminal murni dan tidak sangkut pautnya antara perusahaannya dengan kerusuhan-kerusuhan beberapa waktu lalu. "Kita pastikan tidak ada karyawan terlibat, apalagi insiden itu kan terjadi di luar kebun perusaahaan," kilahnya.

"Intinya kerusuhan masalah jual-beli lahan yang dilakukan koperasi. Jika memang kita konflik dengan masyarakat, kita siap melakukan mediasi dengan jalan baik," tambahnya.

Saat kunjungan Komnas Perlindungan Anak ke Aula Lantai II Setdakab Rohul terungkap nama Adi Kuncoro yang diketahui warga keturunan paling banyak disebut-sebut. Adi diketahui pemilik Koperasi Tani Maju Bersama dan menggunakan jasa warga Flores.

"Wah kalau masalah Adi Kuncoro itu saya benar-benar tidak tahu siapa dia," jawab Joni lagi terlihat pucat ketika ditanya siapa sebenarnya warga keturunan tersebut.***(zal)

 

Sumber :
http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=58317