Home

Jum’at, 5 April 2013
Bentrok Maut di Jurong 18
Komnas PA Bantu Pemulangan 102 Anak Korban Konflik

Kunjungan Komnas PA dengan Pemkab Rohul dan tinjauan lapangan berikan perbaikan. Komnas berjanji akan membantu pemulangan 102 anak-anak yang meninggalkan rumah akibat konflik.

Riauterkini,JAKARTA - Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menginisiasi pemulangan anak-anak korban konflik lahan di Desa Bonai, Kecamatan Darussallam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Sekitar 102 anak-anak itu terpaksa meninggalkan rumahnya dan tidak bersekolah pasca konflik yang terjadi di kampung mereka. Hari ini, Komnas PA bertemu dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan M Munif, Kepala Dinas Pendidikan M Zen, Wakapolres Rokan Hulu Arsyad M Arsy, Wakapolres Rokan Hilir Indra dan sejumlah masyarakat di ruang rapat kantor Bupati Rokan Hulu.

"Maksud pertemuan ini, untuk bersama setiap kalangan untuk bersama memulangkan anak-anak itu ke kampung agar bisa bersekolah kembali," ujar Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait melalui rilisnya di Jakarta, Jumat (5/4/13). Dalam pertemuan itu, disepakati beberapa butir kesepakatan yang intinya memberi jaminan keselamatan untuk anak-anak itu untuk bisa kembali menempati kampung halamannya setelah sempat 'terusir' selama dua bulan dari desanya.

Polres Rokan Hulu memberikan garansi keamanan bagi masyarakat dan anak-anaknya selama lima hari pertama dan memberikan pengamanan mereka dari intimidasi dari pihak lain seperti Perkebunan Swasta atau Pribadi yang berada disekitar Desa Bonai. "Selain itu, Pemkab Rokan Hulu dan pihak lain juga akan memberikan bantuan bahan makanan kepada mereka selama lima hari sebelum mereka benar-benar menempati rumah mereka," kata Arist.

Pendidikan anak-anak itu, utamanya yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) akan memperoleh bantuan pakaian sekolah dan buku-buku dari Dinas Pendidikan Rokan Hulu dan akan diberikan sedikit dispensasi. "Ini demi kepentingan yang terbaik untuk anak. Komnas Anak mengapresiasi hasil pertemuan ini, semoga bisa dijalankan dengan baik," tandas Arist.

Sementara itu, Wakapolres Rokan Hulu Arsyad menegaskan jika pihaknya telah mendapat perintah Kapolda Riau untuk membantu pemulangan anak-anak ini kerumahnya yang dijadwalkan, Jumat (5/4/2013). "Kami telah menyiapkan anggota Polri untuk mengawal dan jamin keamanan serta kenyamanan warga desa Bonai dan anak-anaknya untuk bisa pulang ke desanya," tandas polisi berpangkat komisaris ini.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan M Zen menuturkan dispensasi dan kemudahan yang akan diberikan kepada anak-anak itu seperti setiap akhir pekan, pihaknya akan menerjunkan mobil pendidikan berjalan untuk memberilkan pelajaran tambahan mengejar ketertinggalan materi pelajaran. "Selain itu, saat UN, para pengawas pun akan diberitahukan untuk memberikan 'dispensasi' kepada anak-anak Desa Bonai," tandas Zen.

Sebelumnya, warga Desa Bonai, Putat Jaya dan Siarangarang di kecamatan Darussallam harus meninggalkan desa mereka setelah terbunuhnya salah satu petugas keamanan salah satu perusahaan sawit disekitar wilayah itu. Peristiwa itu dipicu karena para petugas keamanan itu membuat warga desa resah dan kerap kali melakukan intimidasi kepada warga sekitar.*** (awn)

 

Sumber :
http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=58339