Home

Selasa, 17 September 2013
Ratusan Warga Duduki Lahan PT. RAPP
Tak Kunjung Realisasi

UKUI, HALUAN — Tidak ada respon dan solusi dari Pemkab Pelalawan terkait tuntutan masyarakat dua desa, yakni Desa Air Hitam dan Lubuk Kembang, Kecamatan Ukui, terkait pembebasan lahan over lap milik PT RAPP di sektor Ukui, membuat warga meradang. Ratusan warga dua desa, Senin pagi (16/9) menduduki lahan yang diminta oleh warga tersebut. Secara spontan, mereka melakukan aktivitas pembersihan lahan untuk dijadikan perkebunan bercocok tanam.

Bahkan menurut warga, tidak saja mereka pernah mengadu ke Pemkab dan DPRD Pelalawan untuk penyelesaian agar lahan berlebih itu diserahkan ke masyarakat, namun warga juga telah menyampaikan aspirasi tersebut dihadapan Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan yang hadir di Taman Nasional Tesso Nilo beberapa waktu yang lalu. Tetap tidak digubris dan diberikan solusinya, memaksa warga melakukan pemetaan dan mengolah sendiri lahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tokoh Pemuda Desa Lubuk Kembang Bunga, Izun yang turut terjun ke lokasi lahan itu mengungkapkan, bahwa warga sudah bosan meminta penyelesaian sengketa itu ke Pemkab Pelalawan, namun sejauh ini hasilnya tetap nihil. Sementara warga sudah menjerit, karena tidak memiliki lahan untuk berkebun, hanya demi menyambung kehidupan.

“Kita sudah berulang kali mengadukan hal itu. Baik ke Pemkab, DPRD, hingga Menhut. Bahkan, sewaktu Menhut hadir disini, pernah berjanji dan mengungkapkan bahwa lahan itu akan diserahkan kepada warga setempat untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Namun, kenyataannya hingga kini tak ada realisasi apa pun,” ungkap Izun, Calon Legislatif 2014 asal PAN, Senin (16/9).

Dengan tegas Izun mengatakan, bahwa lahan seluas 3.000 hektar itu merupakan lahan yang sudah over lap milik perusahaan RAPP yang berbatasan langsung dengan TNTN. Tak salah jika diserahkan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar yang sudah tidak memiliki lahan untuk berkebun.

“Hari ini (kemarin) kita melakukan pemetaan 3.000 hektar lahan itu dan dibagi-bagi dengan warga dua desa. Kendati belum ada kesepakatan mengenai penyerahan lahan ini, kita tetap menduduki lahan ini hingga terbit surat legalitas penyerahan lahan dari pihak yang berkompeten kepada warga,” tegas mantan Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Pelalawan (HIPMAWAN).

Terpisah, Manajemen Perusahaan Raksasa RAPP, melalui Coorporate Communications Manager PT RAPP, Djarot Handoko yang disampaikan oleh Media Relations, Disra Alldrick mengatakan, bahwa status lahan yang diduduki oleh warga dua desa itu, bukan lagi HTI milik RAPP. Namun, lahan seluas 3.000 hektar itu secara resmi telah diserahkan ke pihak pengelolah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), yang berbatasan langsung dengan HTI RAPP di Sektor Ukui.

“Jika warga menuntut pihak RAPP agar lahan itu diserahkan kepada masyarakat dua desa, itu jalurnya kurang tepat. Pasalnya, lahan tersebut secara resmi telah kita serahkan kepada TNTN, dokumen penyerahan itu ada kita pegang kedua belah pihak,” ungkapnya.

Bahkan menurut Erik, yang akrab disapa, bahwa penyerahan lahan itu juga telah diketahui oleh Menhut sewaktu menghadiri peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Gajah di kawasan TNTN, sekaligus dihadiri oleh Bupati Pelalawan HM Harris.

“Jadi, kita menyarankan kepada warga, agar minta solusinya kepada pihak TNTN langsung maupun di mediasi melalui Pemdakab Pelalawan,” tukasnya.

Kapolsek Ukui, AKP Anisman melalui Kanit Reskrim Idpa She Sarif, membenarkan jika ada aksi pendudukan lahan di kawasan TNTN oleh masyarakat dua desa. Namun, pihak Kepolisian telah siaga mengamankan aksi masyarakat tersebut.

“Iya, ada aksi warga menduduki lahan di TNTN. Namun, secara pasti kita belum mengetahui apa tuntutan masyarakat tersebut. Hanya sebatas isu, bahwa masyarakat menginginkan lahan tersebut agar diserahkan dan menjadi hak milik warga. Saat ini kita berada di TKP mendampingi warga tersebut,” ujar Ipda Seh Sarif.

Kupin Simbolon, Kepala Balai TNTN dengan keras mengatakan, bahwa tidak berdasar dan beralasan aksi warga menduduki, dan meminta lahan diserahkan kepada masyarakat. Bahkan, menurutnya, aksi itu ada pihak lain yang menungganginya.

“Apa dasar warga menduduki dan meminta lahan itu menjadi hak miliknya. Itu tidak berdasar dan dinilai mengada-ngada. Kita pastikan akan menindak aksi warga tersebut. Kita juga mengetahui siapa dalang dibalik aksi itu, kita telah kantongi identitasnya,” kata Kupin Simbolon, seraya meminta agar statemennya dibuat keras dalam pemberitaan.

Kupin, pihak pengelolah TNTN pastikan akan melakukan penindakkan dan menyeret pelaku yang menduduki lahan tersebut. “Pasti kita akan melakukan penindakkan sesuai prosedur hukumnya,” jawabnya tegas. (h/zol)

 

Sumber :
http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=26290:ratusan-warga-duduki-lahan-pt-rapp&catid=6:riau-a-kepri&Itemid=73