Home

Jumat, 23 Agustus 2013
Persatuan Petani Jambi dan Scale Up Taja Pelatihan Resolusi Konflik

Scale Up, Jambi - Persatuan Petani Jambi (PPJ) dan Scale Up menyelenggarakan Pelatihan Resolusi Konflik pada 23-24 Agustus 2013 di Jambi. Pelatihan yang bertempat di Hotel Pundi Rezeki ini, diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari pengurus daerah PPJ dari 5 kabupaten/Kota yaitu Kota Jambi, Muaro jambi, Tanjung Jabung timur, Tanjung Jabung Barat, dan Tebo.

Pelatihan ini bertujuan untuk membuka wacana para peserta mengenai jenis-jenis penyelesaian konflik. Pelatihan ini dilakukan karena daerah asal para peserta merupakan daerah-daerah konflik perebutan wilayah kelola antara masyarakat dengan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) maupun para pemegang Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit.

Scale Up sebagai pemateri dalam pelatihan ini menyampaikan sejumlah topik antara lain : cara pandang mengenai konflik sumber daya alam, analisis konflik, eskalasi konflik, bentuk – bentuk penyelesaian sengketa, mediasi, negosiasi, dan merancang kesepakatan.

Dalam pembukaan acara tersebut, ketua PPJ Provinsi jambi (Aidil Putra) mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk diikuti dengan serius karena pelatihan ini dapat memperkaya wawasan peserta dalam menyusun strategi penyelesaian konflik, dan para peserta yang hadir saat ini akan menjadi bagian langsung tim penyelesaian konflik di daerah masing-masing.

"Pelatihan ini adalah sebagai langkah awal dalam menyusun strategi penyelesaian konflik dan nantinya akan diadakan pelatihan lanjutan," ungkapnya.

Dalam acara tersebut hadir juga Lafcadio Cortesy dari Rain Forest Action Network (RAN). Beliau mengatakan bahwa dalam strategi perjuangan penyelesaian konflik, PPJ harus memperluas jaringan, salah satunya adalah dengan menyebarluaskan informasi yang terjadi di daerah ke jaringan nasional dan internasional. Salah satunya adalah dengan RAN sendiri, karena RAN bekerja untuk mengkampanyekan kepada konsumen pasar dunia mengenai perusahaan yang menyuplai produk mereka.

"Dengan mengikuti pelatihan ini, kita akan tahu seperti apa komitmen sebuah perusahaan itu, apakah mereka jujur atau tidak, jika terjadi sesuatu yang tidak benar, maka RAN akan menyampaikan informasi itu kepada konsumen internasional," jelas Lafcadio. [jo/mom]