Home

Selasa, 4 Februari 2014
Konflik 5 Desa Sengketa
Lagi, Warga Kampar Demo di Mapolda dan Kantor Gubernur

Ratusan warga dari FSMKB berunjukrasa di Mapolda dan kantor Gubernur Riau. Mereka menuntut penyelesaian soal 5 desa yang disengketakan Pemkab Kampar dan Rohul.

Riauterkini-PEKANBARU
-Aksi demonstrasi soal penyelesaian 5 desa yang disengketakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dengan Pemkab Rokan Hulu (Rohul), kembali berlangsung di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) dan kantor Gubernur Riau, Selasa (4/2/14) siang. Kali ini massa mengatasnamakan Forum Solidaritas Masyarakat Kampar Bersatu (FSMKB) berunjuk rasa menuntut Polda Riau mengusut tuntas penyerangan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rohul di Desa Tanah Datar.

"Kami minta Bapak Kapolda Riau mengusut dalang penyerangan itu," kata Anuar, Koordinator Lapangan (Korlap) FSMKB dalam orasinya.

Setelah berorasi sekitar 20 menit, massa meminta untuk bertemu dengan Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono. Tetapi permintaan itu tidak dikabulkan, karena Kapolda Riau sedang tidak berada di kantornya.

Akhirnya massa meminta Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Jogi Riau Samudra membacakan aspirasi mereka. Setelah mendengar penyataan sikap mereka dibacakan Kapolsek Pekanbaru Kota, massa FSMKB pun akhirnya melanjutkan aksi di kantor gubernur.

Di sana, Anuar kembali berorasi menuntut Gubernur Riau (Gubri) menindaklanjuti surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Mahkamah Agung (MA) terkait status 5 desa yang telah ditetapkan masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Kampar.

"Kami meminta Bupati Rohul Achmad untuk lebih bijak dalam bertindak dan menaati aturan hukum dan keputusan hukum yang telah ada," tutupnya.***(son)

Sumber :
http://riauterkini.com/hukum.php?arr=69825