![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||
| Home | Rabu, 19 Mei 2010 Pekanbaru, 19/5 (ANTARA) - Sebagian warga yang hidup dari hutan rawa gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau menginginkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama membicarakan isu lingkungan Semenanjung Kampar ketika bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Juni 2010. Pernyataan itu disampaikan warga Teluk Meranti ketika berdialog dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Bidang Demokrasi dan Masalah Global, Maria Otero dan Duta Besar AS untuk Indonesia, Cameron Hume yang berlangsung sekitar dua jam di Lapangan Sepak Bola Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Rabu. "Kehidupan masyarakat terancam setelah kehadiran perusahaan-perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di area lahan gambut Semenanjung Kampar. Kami ingin masalah ini dibawa Obama ketika bertemu Presiden kami," ujar Syahrizal (40), dalam dialog yang dihadiri sekitar 300 orang warga itu. Menurutnya, kawasan rawa gambut Semenanjung Kampar telah lama dijadikan sebagai sumber kehidupan masyarakat di Kecamatan Teluk Meranti yang sebagian besar di antaranya menekuni profesi sebagai nelayan. Di kawasan gambut yang memiliki luas sekitar 700 ribu hektar itu terdapat dua sungai yang sehari-hari dijadikan warga sebagai tempat untuk mencari ikan dan penghubung trasnportasi air dari satu daerah ke daerah lain. Dengan kehadiran HTI dari sejumlah perusahaan di areal konsesi itu, bisa dipastikan akan dibangun kanal-kanal yang dikhawatirkan menyedot air dari kedua sungai tersebut sehingga warga terancam kehilangan mata pencaharian. "Semenanjung Kampar merupakan kubangan terdalam dengan kedalaman lebih dari tiga meter, sehingga jika dibangun kanal maka air sungai akan mengalir ke kanal itu," jelasnya. Majid (35), satu dari 10 orang warga yang memiliki kesempatan menyampaikan aspirasi juga berharap kegiatan perusahaan HTI di kawasan Semenanjung Kampar yang kini terdapat alat berat tidak menganggu sumber mata pencaharian warga. "Kami menggantungkan hidup dari kedua sungai itu. Keluhan ini juga pernah kami sampaikan ke pemerintah, tetapi kegiatan perusahaan terus berlanjut hingga hari ini," katanya. Sebelumnya, pada kesempatan terpisah kedua delegasi pemerintah AS itu berjanji akan menyampaikan aspirasi warga yang tinggal di sekitar kawasan lahan gambut Semenanjung Kampar untuk dibahas dalam pertemuaan kedua kepala negara. Dalam siaran pers Kedutaan Besar AS disebutkan, Wakil Menteri Luar Negeri AS Bidang Demokrasi dan Masalah Global Maria Otero berkunjung ke Indonesia pada 17-21 Mei 2010 untuk berdiskusi dengan pejabat pemerintah, LSM dan masyarakat membahas berbagai isu kemanusiaan mulai dari politik, ekonomi, keamanan air, hingga isu lingkungan hidup. http://antarariau.com/id/modul/9431/warga-riau-ingin-obama-bicarakan-semenanjung-kampar.html
|
||||||||||
| Pengalaman | |||||||||||
| Layanan | |||||||||||
| Mitra & Link | |||||||||||
| Publikasi | |||||||||||
| Foto | |||||||||||
![]() |
|||||||||||