Home

Rabu, 9 November 2011
Scale Up dan LPAD Taja Pembentukan Forum Multipihak Semenanjung Kampar, Tetapkan 10 Pengurus Baru FMSK

Pekanbaru [Scale Up] - Pertemuan yang dihadiri oleh 5 komponen stakeholders ini mengambil tempat di Hotel Ibis Pekanbaru pada Rabu, 9 November 2011, dan merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan sebelumnya pada 21 Juli 2011 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru. Pertemuan kali ini mencoba menginisiasi pembentukan kelembagaan multipihak Semenanjung Kampar yang akan mengkaji pengelolaan secara bersama. "Pertemuan kali ini untuk membentuk kelembagaan multipihak Semenanjung Kampar di mana dasar pembentukannya sudah ada dari kajian tim perumus," ungkap Direktur LPAD, Aiden Yusti. Disebutkannya, dalam pertemuan ini adalah kesepahaman yang perlu disatukan untuk pengelolaan Semenanjung Kampar secara kolaborasi, yaitu komponen-komponen yang terdiri dari pemerintah, masyarakat, pebisnis, akademisi, dan Ornop.

Pada saat yang sama di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, sosialisasi kehutanan terkait Semenanjung Kampar juga diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Propinsi Riau.

Kemudian daripada itu, Wakil Direktur Eksekutif Scale Up, Harry Oktavian pada Rabu (9/11/2011) juga menjelaskan bahwa Forum Multipihak Semenanjung Kampar terdiri dari seluruh stakeholders yang terkait dan berkepentingan di kawasan Semenanjung Kampar, seperti pemerintah, masyarakat Semenanjung Kampar, pemegang konsesi (pihak perusahaan seperti PT. RAPP dan PT. IKPP), pemerhati lingkungan (NGO), dan akademisi, yang masing-masing terdiri dari 2 (dua) perwakilan dari masing-masing komponen tersebut sebagai pimpinan kolektif.

"Tim yang terbentuk di dalam forum multipihak selanjutnya akan mendampingi tim bentukan dari pemerintah dalam mengelola kawasan Semenanjung Kampar, semenjak kawasan ini ditetapkan sebagai wilayah Kawasan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Tasik Besar Serkap oleh Menhut pada 21 September 2010," terangnya.

Dalam pertemuan ini, sejumlah pihak memaparkan presentasi bertema konsep pengelolaan di wilayah Semenanjung Kampar, diantaranya Ardi (Perwakilan Masyarakat Untuk Pengelolaan Hutan Desa), Durria Hasni Hasibuan (Ketua Kelompok Perempuan Berbari Jaya), Dian Novarina (Peran Serta PT. RAPP dalam Mendukung Pengelolaan Kolaboratif Semenanjung Kampar), dan dari Koordinator Jikalahari, Muslim (Pengelolaan Bersama Ekosistem Hutan Rawa Gambut Semenanjung Kampar Secara Terpadu).

Selain daripada itu, dalam rapat forum anggota, sejumlah pihak banyak memberikan masukan, salah satunya pendapat Profesor Adnan Kasry dari akademisi (Ketua Forum Penyelamatan DAS Siak), mengemukakan bahwa yang perlu di-MoU kan sebenarnya adalah sepakat dalam menyelamatkan Semenanjung Kampar melalui pendekatan ekosistem secara holistik, integrik, dan sistemik.

Pada akhir pertemuan pada Rabu sore tersebut, setelah melalui rapat yang alot, kemudian ditetapkan 10 orang perwakilan dari masing-masing stakeholders sebagai pimpinan kolektif, dan sebagai pengurus baru dalam Forum Multipihak Semenanjung Kampar. [Mom-SU]