Home

Kamis, 1 Maret 2012
Scale Up Lakukan Studi Konflik di Sekitar PT. REKI

Pekanbaru, Scale Up - Scale Up pada Maret, Mei, dan Juni 2012 melakukan kegiatan studi konflik di sekitar PT. REKI dengan tujuan untuk melihat peran strategis dan kepentingan para pihak yang berkonflik dengan PT. REKI di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

Dalam studi ini, tim Scale Up terdiri dari Kusnadi Wirasaputra dan Harry Oktavian. Studi akan mengidentifikasi para pihak dan kepentingan yang berkonflik dengan PT. REKI. Kemudian kegiatan studi adalah melakukan diskusi langsung berbentuk FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara dengan masyarakat, LSM, pemerintah, dan PT. REKI untuk mendapatkan perspektif konflik dari sudut pandang para pihak.

Menurut Harry Oktavian, dalam catatan konflik akhir tahun 2011 yang dihimpun Scale Up, konflik masyarakat dengan PT.REKI di Jambi, merupakan salah satu kasus konflik sumberdaya alam yang belum terselesaikan dengan baik.

"Tujuan studi ini adalah untuk mengumpulkan informasi, melakukan identifikasi, dan menganalisa para pihak yang berkonflik baik dari masyarakat, NGO, pemda Jambi dan Sumsel, dan PT.REKI, dan melihat upaya penyelesaian konflik sejauh ini yang sudah dilakukan," ujar Harry.

Diketahui bahwa PT. REKI (Restorasi Ekosistem Indonesia) didirikan pada tahun 2005. Perusahaan ini didukung oleh Yayasan Konservasi Hutan Indonesia (KEHI), dan merupakan inisiatif bersama dari Konsorsium Birdlife yang terdiri dari Birdlife Indonesia, Royal Society for Protection of Bird (RSPB), dan Birdlife International.