Home

Rabu, 18 April 2012
Scale Up Taja Pertemuan Penyempurnaan Modul Mediasi
Sekaligus menginisisasi Jaringan Mediasi Konflik Sumberdaya Alam

Jakarta, Scale Up - Dalam rangka menyempurnakan penyusunan modul mediasi, Scale Up menyelenggarakan pertemuan dengan tim penulis modul pada Rabu, 18 April 2012 di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat. Tim penulis modul yang melingkupi wilayah kegiatan Scale Up di 4 propinsi, seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau, melakukan diskusi dan pembahasan guna mendapatkan masukan-masukan demi perbaikan penyusunan modul mediasi modul mediasi sebelum diluncurkan ke publik. Selain dari itu, Scale Up juga melakukan inisiasi jaringan mediasi konflik sumberdaya alam bersama-sama dengan sejumlah mediator yang hadir dalam acara itu.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 wib itu, dibuka oleh Direktur Eksekutif Scale Up, Ahmad Zazali, dan dihadiri oleh para praktisi seperti DR. Iwan Tjitradjaja, Gamal Pasya, Ph.D, dan Andiko, SH. Dalam pertemuan, salah satu penulis, Asep Yunan Firdaus mengungkapkan bahwa modul bisa menjadi rujukan dan bisa menjadi kritikan. Sebagai buku perdana bertema modul mediasi yang akan disodorkan ke publik, maka ianya harus terbuka, agar mendapatkan input-input berharga guna penyempurnaan ke depan.

Dalam acara pertemuan, para peserta aktif memberikan kontribusi sehingga disadari bahwa perlu ada perbaikan terhadap konten-konten modul. Diketahui bahwa modul mediasi merupakan produk dari share pengalaman dan pemikiran para mediator, partisipan, dan local leader, sehingga modul mediasi pada dasarnya difokuskan untuk masyarakat dan kalangan aktivis yang memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Tujuan dari penyusunan modul adalah memberikan pemahaman kepada calon mediator dalam proses penyelesaian konflik sumberdaya alam. Kemudian adalah bertujuan memberikan pemahaman kepada akar masalah dan strategi penyelesaian konfliknya. Modul mediasi hanyalah salah satu dari sekian cara dalam menyelesaikan konflik agraria. Modul mediasi bukan buku pintar, oleh karena itu mediator perlu menggunakan sumber modul-modul lain sejenis sebagai pelengkap.

Acara yang direncanakan hingga malam ini, diharapkan dapat menghasilkan diskusi dan pembahasan konkrit demi penyempurnaan konten modul mediasi. (SU-mom)