subscribe: Posts | Comments

Restorasi Bukan Sebuah Pengampunan

0 comments
Restorasi Bukan Sebuah Pengampunan

Palembang, Scale Up – Lebih dari 2,6 juta hektar hutan dan lahan gambut di Indonesia dilumat api, setara dengan 36 kali lipat luas Provinsi Jakarta. Lahan gambut merupakan wilayah yang paling besar dilanda kebakaran. Jumlah luasan lahan terbakar tersebut, belum termasuk masyarakat jumlah yang terpapar asap, lepasnya emisi karbon dan nilai kerugian ekonomi.

Atas tragedi kebakaran yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, beberapa organisasi masyarakat, pemerintah, dan perusahaan berkumpul di Palembang dalam Konferensi Restorasi Hutan Berbasis Masyarakat dan Kampanye #WechallengeTheBonn. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Perkumpulan HaKI (Hutan Kita Institute) pada 09-10 Mei 2017.

Pertemuan yang digelar dua hari, menghasilkan 8 butir resolusi tentang rentang restorasi hutan yang disepakati oleh peserta forum. Secara garis besar resolusi tersebut memuat bahwa agenda restorasi dan konservasi harus menghormati dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Peserta #WeChallengeTheBonn sedang membentangkan spanduk bersama-sama saat pertemuan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penyelamatan Hutan di Palembang (sumber : HaKI)

Dalam banyak kasus, ditemukan masyarakat tidak diberikan informasi yang cukup dan tidak dijalankannya prinsip FPIC (Free, Prior, Informed and Consent). Hal ini yang kemudian muncul banyak konflik yang melibatkan antara masyarakat dengan perusahaan.

“Konflik memiliki kecenderungan peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut belum adanya mekanisme resolusi konflik yang dijalankan secara efesien,” ujar Harry selaku Direktur Scale Up yang berpartisipasi dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penyelamatan Hutan.

Lembaga Scale Up mencatat 73 konflik terjadi di Provinsi Riau pada tahun 2016. Angka konflik tersebut belum termasuk angka dari provinsi lain yang ada di Sumatera. Maka pendekatan resolusi konflik menjadi prasyarat utama dalam menjalankan agenda restorasi hutan.

Restorasi tidak dapat dimaknai sebagai penghapusan atau pengampunan atas praktik perusakan lingkungan dan pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan. Restorasi merupakan bentuk tanggung jawab yang mengikat terhadap perusahaan atas wilayah konsesinya.

Setelah pembahasan disepakati dalam butir resolusi hutan. Sebagai penutup kegiatan, para peserta berkumpul di halaman terbuka dengan mengenakan seragam kaos hijau. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “RESTORATION NOT AMNESTY FOR CORPORATE CRIME.” (ism-su)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image