subscribe: Posts | Comments

Scale Up : Penyelesaian Konflik SDA Melalui Negosiasi Efektif

0 comments
Scale Up : Penyelesaian Konflik SDA Melalui Negosiasi Efektif

Batam, Scale Up – Untuk pertama kalinya Scale Up menyelenggarakan pelatihan negosiasi efektif multipihak untuk konflik sumber daya alam (SDA) Wilayah Indonesia bagian Barat di Batam (24/8/16). Peserta yang terlibat di dalam pelatihan berasal dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Palembang, dan Riau. Setiap daerah diwakili dari pihak masyarakat, NGO, dan perusahaan. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari, bertujuan untuk Meningkatkan kemampuan negosiasi efektif dalam upaya penyelesaian konflik SDA di wilayahnya.

pic01

Sumber daya alam menjadi satu topik yang terus diperbincangkan akan kelimpah-ruahan potensi yang ada. Seiring dengan hal tersebut, konflik berbasiskan sumber daya alam muncul ke permukaan dengan ragam bentuk dan eskalasi. Scale Up mencatat konflik yang terjadi 60 konflik berbasiskan sumber daya alam pada tahun 2014. Atas dasar hal tersebut, Scale Up bertujuan untuk mendorong resolusi konflik terhadap para pihak melalui pelatihan negosisasi efektif multipihak untuk konflik sumber daya alam yang akan dilakukan di beberapa daerah.

“Ke depan Scale Up akan melakukan pelatihan serupa di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur”, ujar Harry Oktavian, Direktur Scale Up.

Menurut keterangan Harry, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analisa dan strategi pnyelesaian konflik oleh para pihak, sehingga konflik dapat diselesaikan.

“Kegiatan pelatihan ditekankan sebagai proses belajar bersama untuk mengurai konflik dan dalam proses belajar, tidak untuk saling klarifikasi satu sama lain”, pungkas Andiko sebagai fasilitator dan Direktur AsM Law Office.

pic03

Proses belajar ini bertujuan untuk melihat perbedaan pandangan mengenai konflik antara pihak satu dengan yang lain. Agar dapat melihat titik perbedaan, posisi dan solusi yang diharapkan. Andiko juga memaparkan bagaimana konflik dapat ditransformasikan akan satu hal yang bersifat konstruktif. Walaupun dalam praktiknya tidak semudah yang dibayangkan, perlu adanya analisa dari akar konflik aktor, kepentingan itu sendiri. Namun kunci dari penyelesaian konflik sebenarnya sederhana, yaitu memiliki itikad untuk menyelesaikan atau tidak. (su)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image