subscribe: Posts | Comments

Scale Up Taja Lokakarya Bertema Perhutanan Sosial

0 comments
Scale Up Taja Lokakarya Bertema Perhutanan Sosial

Scale Up, Pekanbaru – Konflik sumber daya alam (SDA) merupakan persoalan lama yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Munculnya persoalan ini karena belum ada upaya penyelesaian konflik yang efektif pada tingkat tapak. Akar masalahnya akibat ketimpangan pengusaan lahan, khususnya di kawasan hutan.

kebijakan Perhutanan Sosial dilihat sebagai peluang untuk mengurai konflik yang ada. Scale Up mencatat selama tahun 2016, terjadi 73 konflik di Provinsi Riau dengan 34 konflik di sektor kehutanan, 34 konflik di sektor perkebunan, dan 5 konflik di tapal batas.

Pagi ini, Rabu (29/11/2017) Scale Up bersama IPB, World Resources Institute (WRI), dan Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) Nasional mentaja lokakarya bertema Membangun Sinergi Parapihak Untuk Percepatan Perhutanan Sosial di Provinsi Riau. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Hadir dalam acara utusan dari pemerintah, non pemerintah, organisasi masyarakat, utusan dari masyarakat desa (Kabupaten Siak, Kuantan Singingi, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Rokan Hulu), akademisi, dan pihak swasta.

Lokakarya bertema Perhutanan Sosial yang diselenggarakan Scale Up bekerjasama dengan IPB, World Resources Institute (WRI), dan Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) Nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (29-30 November 2017) ini bertujuan untuk menjelaskan skema perhutanan sosial (HKM, HTR, HD, HA, dan Kemitraan Kehutanan) di berbagai kawasan. Demikian ujar Harry Oktavian, Direktur Eksekutif Scale Up.

“Kemudian adalah untuk konsultasi pengajuan kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi dan perhutanan sosial di masing-masing wilayah. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan membangun sinergi parapihak di dalam pengembangan skema perhutanan sosial di Provinsi Riau,” tambah Harry.

Hadir sebagai pembicara antara lain Dirjen KSDAE, Direktur PKTHA, Direktur PKPS KLHK, Direktur BUPSHA, dan FKKM Nasional yang akan menyampaikan tentang Mendorong Percepatan Perhutanan Sosial di Riau. Demikian kata Khairul Abdi, selaku panitia dari Scale Up.

DR. Bahruni, MS., dari IPB, saat memberikan kata sambutan dari Panitia saat acara Lokakarya Membangun Sinergi Parapihak untuk Percepatan Perhutanan Sosial di Provinsi Riau, Rabu (29/11/2017).

“Selain penyampaian materi, akan ada diskusi dan tanya jawab, lalu dilanjutkan sesi klinik perhutanan sosial dan pleno. Pada hari kedua, kegiatan akan dilanjutkan dengan menyusun rencana tindak lanjut dari masing-masing desa,” ungkap Abdi.

Capaian dari kegiatan ini, lanjut Abdi adalah masyarakat memperoleh informasi mengenai peluang kolaborasi di kawasan konservasi dan kebijakan perhutanan sosial. Demikian katanya.

“Kemudian adanya rencana tindak lanjut pengajuan kolaborasi di kawasan konservasi dan perhutanan sosial di masing-masing wilayah, dan adanya sinergi parapihak di dalam mendorong skema perhutanan sosial,” tutup Abdi. (mo-su)

Baca juga : http://www.riau24.com/berita/baca/81538-riau-jadi-bagian-dalam-pencapaian-127-juta-ha-kawasan-perhutanan-sosial/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image