subscribe: Posts | Comments

Scale Up Taja Pelatihan Perhitungan Nilai Ekonomi dalam Kemitraan

0 comments
Scale Up Taja Pelatihan Perhitungan Nilai Ekonomi dalam Kemitraan

Scale Up, Pekanbaru – Scale Up mengadakan kegiatan pelatihan dengan tema Perhitungan Aktual Nilai Ekonomi dan kelembagaan pengelolaan kemitraan di wilayah konsesi HTI (Hutan Tanaman Industri) di Pekanbaru (30/08/16). Kemitraan adalah satu konsep yang baik, namun kita sering merasa alergi ketika mendengar kata tersebut yang terlontar dari perusahaan. Karena fakta lapangan kerap kali perusahaan menawarkan kemitraan, justru merugikan masyarakat. Demikian papar Rudi dari Walhi Jambi sebagai pemateri saat acara di Hotel Alpha, Pekanbaru.

Kegiatan pelatihan menguatkan kapasitas masyarakat dalam membangun kemitraan yang setara tanpa ada yang dirugikan. Harry Oktavian, Direktur Eksekutif Scale Up menjelaskan, skema perusahaan kali ini akan mengikuti aturan pemerintahan dalam menyediakan lahan tanaman kehidupan 5%, namun dalam aturan baru tahun 2015 untuk mengubah Rencana kerja Umum, perusahaan harus menyediakan lahan 20%. Tentu ini peluang baru dalam penguasaan lahan yang semakin besar.

acara-hotel-alpha2

“Peluang besar dalam skema kemitraan yang ada dalam kebijakan pemerintah saat ini, perlu disambut dengan baik. Kemitraan banyak diterapkan berupa fee dari hasil tanaman akasia kepada masyarakat. Namun masyarakat masih belum mengetahui apa yang menjadi pertimbangan penentuan akan fee tersebut,” jelas Harry.

Masyarakat mendapatkan fee dari dari setiap ton cukup bervariatif, ada yang 10.000 sampai 15.000 per ton, atau menggunakan satuan per hektar, tergantung dari hasil negosiasi yang disepakati.

“Nilai fee dalam pola kemitraan tergantung dengan nilai negosiasi yang dilakukan. Tidak ada aturan baku menurut saya, karena antara satu dengan lain mempunyai berbeda”, tambah Rudi. Peserta melakukan perhitungan akasia dari beberapa aspek yang digunakan di beberapa wilayah, sampai kemudian mengetahui nominal berapa yang bisa ditentukan masyarakat dalam negosiasi kemitraan. Demikian ujar Rudi.

foto-alpha

Dijelaskan Rudi, maka masyarakat yang merupakan aktor utama dalam membangun kemitraan perlu mengetahui cara perhitungan nilai ekonomi akasia. Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi perhitungan akasia dari sisi kebijakan, produksi sampai dengan distribusi. Sehingga masyarakat mengetahui perhitungan nilai ekonomi akasia yang dimitrakan. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak merasa dirugikan dari hasil perhitungan yang ditentukan perusahaan. (su)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image