subscribe: Posts | Comments

Stan Scale Up di Jambore Masyarakat Gambut Mendapat Apresiasi Pengunjung

0 comments
Stan Scale Up di Jambore Masyarakat Gambut Mendapat Apresiasi Pengunjung

Jambi, Scale Up – Kegiatan Jambore Masyarakat Gambut pada hari kedua yang digelar di GOR Kotabaru Jambi pada hari Ahad, 6 November 2016 diisi dengan Dialog dan Pentas Inovasi Rakyat ‘Bisnis dan Pemasaran Produk Gambut’ serta Inovasi Rakyat: Wakil dari Petani. Selain itu digelar pula Pondok Komunitas, Dialog dan Pondok Belajar.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Jambore Masyarakat Gambut sungguh luar biasa. Acara yang dimulai pada pukul 08.30 Wib sudah mulai dipadati para pengunjung dan mereka memenuhi stan-stan yang berdiri dan disediakan di dalam pelataran GOR. Terlebih lagi kegiatan ini diikuti oleh 1.045 peserta.

Scale Up yang ikut serta berpartisipasi dalam acara bertema ‘Pulihkan Gambut, Pulihkan Kemanusiaan’ ini, menampilkan display publikasi terkait pengelolaan ekosistem gambut yang pernah dilakukan Scale Up. Diketahui bahwa Scale Up sejak 2012 aktif mempublikasikan kepada parapihak betapa pentingnya menjaga ekositem gambut.

jambore-h2

Dalam kegiatan Jambore di Jambi ini, Scale Up menyempatkan untuk membawa hampir 100 lembar baju kaos bertema gambut untuk dibagi-bagikan kepada peserta.

Tujuh buah buletin dan lima buah baju kaos bertema gambut mendapat perhatian khusus bagi pengunjung, termasuk sebuah buku berjudul Pengelolaan Gambut berdasarkan Kearifan Lokal. Tujuh buletin yang dibagikan secara cuma-cuma, hingga hari kedua hampir habis diambil oleh para pengunjung. Uniknya baju kaos bertema gambut yang dipajang di pojok stand Scale Up – sebagai bukti kepedulian Scale Up terhadap kelestarian gambut – sungguh sangat diminati.

Antusias pengunjung terhadap stan Scale Up cukup signifikan. Tumpukan buku berjudul Pengelolaan Gambut berdasarkan Kearifan Lokal dan buku Panduan FPIC terbitan Scale Up hingga siang sudah tidak lagi tersisa. Termasuk pula stiker-stiker bertema gambut produksi Scale Up hingga sore cuma tersisa beberapa lembar.

Selain produk-produk publikasi, stan Scale Up juga memamerkan sejumlah produksi usaha kecil yang dihasilkan oleh masyarakat gambut. Sambal podeh ikan salai dan ikan asap (salai) ikut meramaikan gelaran di atas meja stan Scale Up. Banyak pengunjung membeli Sambal podeh ikan salai ini karena penasaran dengan rasanya.

Sambal podeh ikan salai merupakan produksi rumahan dari Kabupaten Kampar, komposisi dasar asli terbuat dari ikan selais dan cabe.

Kemudian, hasil kerajinan masyarakat dari Desa Teluk Meranti seperti tas tangan yang terbuat dari daun purun dan sedotan plastik ikut dipamerkan.

Kerajinan tangan berupa tiga unit miniatur kapal yang dibuat oleh pengrajin tangan dari Desa Teluk Meranti menyita perhatian dari Wakil Gubernur Jambi Fahrori Umar ketika menyempatkan berkunjung ke stan Scale Up. Istiqomah Marfuah menjelaskan bahwa bahan dasar kayu untuk membuat miniatur kapal ini adalah kayu pulai, salah satu tanaman yang tumbuh di lahan gambut.

Stan – stan dari provinsi lain juga banyak sekali memamerkan hasil produksi usaha kecil dan menengah mereka, yang dihasilkan oleh kreativitas masyarakat tempatan dengan memanfaatkan lahan-lahan gambut secara kearifan lokal.

Hingga penutupan acara pada hari kedua, buku tamu Scale Up sudah dibubuhi oleh ratusan tandatangan pengunjung. (mo/som)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image