AJI DUKUNG SCALE UP BENTUK UNIT PENANGANAN KONFLIK SDA

AJI DUKUNG SCALE UP BENTUK UNIT PENANGANAN KONFLIK SDA

31 Desember 2019 454

Pekanbaru, - Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  menyatakan dukungannya pada Scale Up yang tengah mengupayakan terbentuknya unit penanganan konflik Sumber Daya Alam (SDA) tingkat daerah, khususnya di Provinsi Riau.

“Untuk menangani konflik, konflik apapun itu, termasuk konflik SDA ini, diperlukan kolaborasi antar banyak pihak dan lembaga untuk menangani konflik atau resolusi konflik, dan dalam hal ini bukan hanya NGO saja yang butuh media, tetapi media juga butuh lembaga-lembaga untuk berkolaborasi dalam menghadapi tantangan-tantangan konflik di dunia globalisasi saat ini,” kata Ketua AJI Pekanbaru Firman Agus di Pekanbaru, Kamis (19/12/2019).

Sebab, dengan terjalinnya kolaborasi ini, jurnalis dapat lebih berperan, tidak hanya sebagai penulis berita atau penyampai informasi saja, namun dapat memberikan kontribusinya untuk resolusi konflik.

“Di era yang serba canggih ini, kita sudah dengan mudah mendapatkan berbagai informasi, yang diantaranya bisa kita dapatkan dari berbagai social media, oleh sebab itu melalui kegiatan yang digelar oleh Scale Up ini kami tentu berharap kita dapat terus berkolaborasi, seperti yang telah saya sampaikan diawal tadi, tidak hanya NGO atau pemerintah saja yang butuh media, kami juga membutuhkan rekan untuk berkolaborasi dan meningkatkan peran jurnalis,” paparnya.

Ia juga mengharapkan melalui tulisan-tulisan jurnalis, pembaca tidak hanya sekedar mengetahui informasi, melainkan juga mendapatkan sebuah harapan baru dalam upaya penyelesaian serta resolusi berbagai macam konflik.

Direktur Scale Up, Dr. M. Rawa El Amady menyampaikan bahwa salah satu upaya Scale Up untuk mendorong terbentuknya unit penanganan konflik di tingkat daerah adalah dengan rutin menggelar kegiatan sharing session.

“Kegiatan sharing session ini merupakan diskusi yang menghadirkan banyak pihak diantaranya baik itu dari pemerintah, akademisi, swasta maupun  masyarakat, yang bertujuan untuk bersama-sama mewujudkan penanganan dan resolusi konflik di daerah,” katanya.

Ia menyebutkan banyak daerah di Provinsi Riau ini yang memiliki potensi konflik, dan banyak pula yang sedang dalam kondisi berkonflik.

“Oleh sebab itu, melalui kehadiran Scale Up kami mengharapkan potensi konflik yang ada tidak berkembang menjadi konflik, sedangkan yang telah berkonflik dapat ditangani dengan mengedepankan transparansi,” jelasnya.