Selama 2019 Scale Up menerima enam Laporan Konflik SDA Meningkat

Selama 2019 Scale Up menerima enam Laporan Konflik SDA Meningkat

14 Januari 2020 494

Pekanbaru,- Selama tahun 2019 Scale Up menerima enam laporan konflik dari masyarakat tiga dari enam laporan tersebut selesai, karena kedua belah pihak sepakat berdamai, dan laporan tidak memenuhi subjek dan objek konfliknya dan masyaraka menarik laporan dari Scale Up dengan berbagai alasan. Selain itu, satu kasus konflik yang sudah berjalan selam 4 tahun lebih mencapai kesepakatan pada Maret 2019.

“Selama 2019, Scale Up menyelesaikan konflik yang sudah berjalan 4 tahun lebih, yaitu antara RER dengan Kelompok Nelayan Serkap, menerima enam pengaduan baru, Dari enam pengaduan tersebut, tiga di Indragiri Hulu yaitu Gapoktan Sawit Rakyat, Mayrakat Pasir Putih dan masyarakat dusun III Desa Talang Tujuh Buah Tangga. Tiga pengaduan di Inhu dua sudah dianggap selesai, 1 sedang proses. Dua di Kabupaten Kampar, masyarakat adat Pantai Cermin dan masyarakat Datuk Rajo Melayu, keduanya masih dalam proses persiapan penyelesaian konflik. Di Pelalawan di Desa Pulau Muda yang sudah diselesaikan.” demikian di sampaikan   Direktur Scale Up Dr. M Rawa El Amady di Pekanbaru.  Semua laporan konflik tersebut merupakan konflik antara masyarakat dengan perusahaan HTI, tambahnya lagi.

“Melalui divisi mitigasi konflik,  Scale Up secara intens akan melakukan dampingan ke masing-masing kelompok/ wilayah. Proses pendampingan dimulai dengan verifikasi subjek dan objek ke setiap wilayah konflik, melakukan pemetaan wilayah konflik, penguatan kapasitas kepada masyarakat, hingga penyusunan kesepakatan damai,” kata Direktur Scale Up Dr. M Rawa El Amady di Pekanbaru.

Scale Up berikan pendampingan penanganan konflik Sumber Daya Alam (SDA) kepada Masyarakat maupun perusahaan. Pendampingan ini dilakukan setelah Scale Up menerima pengaduan dari pihak yang berpotensi konflik maupun yang sedang dalam kondisi berkonflik.