Scale Up Akan Datangkan Pakar Konflik SDA

Scale Up Akan Datangkan Pakar Konflik SDA

04 Maret 2020 271

Scale Up menggelar kembali sharing session yang akan diadakan pada hari Kamis (4/3) mendatang di Kantor Scale Up Kompleks Villa Garuda Mas. Sharing session kali ini, Scale Up mengundang pakar konflik Ahmad Dhiaulhaq untuk membahasa peran lembaga internasional dalam penyelesaian konflik di Indonesia.

Ahmad Dhiaulhaq adalah seorang doctor dari Australian National University (ANU). Selama ini Ahmad telah banyak melakukan riset dan menulis terkait konflik lahan dan sumber daya alam sejak 10 tahun belakangan ini. Dan saat ini Ahmad sedang berkonsentrasi dalam melakukan riset konflik di Indonesia termasuk di Riau terkait konflik perkebunan sawit.

Kehadiran Ahmad sangat penting bagi Scale Up dalam sharing session kali ini, untuk menjelaskan kepada publik pentingnnya lembaga internasional dalam menyelesaikan konflik di Indonesia. Karena sejak Kehadiran RSPO pada tahuun 2004 silam dianggap belum maksimal memberikan solusi dari serentetan konflik perkebunan sawit yang melibatkan masyarakat. Ditambah adanya kebijakan pemerintah tentang biodisel yang berdampak pada pengurangan lembaga kontrol sawit berkelanjutan di Indonesia. Untuk itu perlu penguatan terhadap ISPO dalam penyelesaian konflik perkebunan kelapa sawit.

Sharing session merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang oleh Scale Up setiap bulan, bertujuan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam upaya penyelesaian berbagai sub-konflik SDA khususnya yang berada di Provinsi Riau. Tujuan besar dari kegiatan sharing session ini untuk memunculkkan satu unit penanganan konflik yang terpercaya dan multistakholder.

Husni Setiawan sebagai penangung jawab kegiatan sharing session berharap Scale Up dan peserta mendapatkan pengetahuan baru mengenai berbagai model dalam proses penyelesaian konflik SDA di tingkat Internasional.

" Harapannya peserta bisa memahami bahwa konflik SDA merupakan masalah internasional  sehingga apa yang disampaikan pemateri bisa menjadi model untuk Indonesia dalam proses penyelesaian konflik SDA khususnya di Riau," jelas Husni.