Scale Up Salurkan Donasi Kepada Masyarakat Suku Akit di Lukit.

Scale Up Salurkan Donasi Kepada Masyarakat Suku Akit di Lukit.

21 Mei 2020 136
Perkumpulan Scale Up menyalurkan donasi kepada 51 kepala keluarga Suku Akit di Desa Lukit, Kabupaten Kepulauan Meranti pada Senin (18/5) Kemarin.  Donasi berupa bantuan bahan pangan yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan dan sarden.
 
Demikian disampaikan Ketua Penggalangan donasi Fadjar Septjono, " Selain bantuan bahan pangan Scale Up juga memberikan sabun cuci tangan dan masker kepada setiap kepala keluarga. Dengan harapan agar masyarakat Suku Akit lebih ekstra menjaga kesehatan dengan menggunakan masker sebagai alat perlindungan diri serta rajin cuci tangan untuk menghindari penularan Covid-19," jelas Fadjar. 
 
Donasi tersebut diterima secara simbolis oleh Ketua Adat Suku Akit Desa Lukit, Alibe. Dalam kesempatan tersebut Alibe mengucapkan terimakasih kepada para donatur dan Scale Up. 
 
" Terimakasih banyak kepada donatur dan Scale Up yang telah memberikan donasi sembako kepada masyarakat suku akit. Semogah donatur dan Scale Up dimudahkan Rezekinya,"  ungkap  Alibe
 
Sebelumnya, Perkumpulan Scale Up telah menggalang donasi untuk Suku Akit melawan covid-19 sejak 28 April hingga 16 Mei 2020 dengan total donasi yang terkumpul sebesar Rp. 6.310.000. 
 
Metode penggalangan donasi untuk Suku Akit ini, Scale Up menggunakan surat resmi dan proposal yang dikirim kepada jaringan Perkumpulan Scale Up baik melalui individu, lembaga dan perusahaan serta kepada globalgiving.org.  Selain itu, Scale Up juga melakukan kampanye melalui media sosial dan Whats Up grup.
 
Bukan tanpa alasan, perhatian khusus yang diberikan Perkumpulan Scale Up kepada Suku Akit karena masyarakat Suku Akit merupakan salah satu suku asli di Riau yang sebagian besar berdomisili di wilayah pesisir atau pulau-pulau di Propinsi Riau. Dimana pemukiman Suku Akit menjadi pintu keluar masuknya migrasi TKI dari Malaysia dan Singapura.
 
Dalam kondisi sehari hari (tidak pandemi covid-19), Suku Akit berada dalam kondisi yang termarjinalkan, jauh dari akses kesehatan, jauh dari akses informasi, jauh dari akses sarana publik dan keterbatasan ekonomi. Dalam kondisi pandemi ini Suku Akit menjadi kelompok rentan karena keterbatasan informasi pencegahan covid-19 dan keterbatasan sumber penghidupan.