Pengetahuan tentang Sosial Budaya sebagai Dasar penyelesaian Konflik

Pengetahuan tentang Sosial Budaya sebagai Dasar penyelesaian Konflik

14 November 2019 151

Pekanbaru, - Scale up sampaikan materi dalam pelatihan Internal mediasi konflik kepada perwakilan-perwakilan KPH yang ada di wilayah Provinsi Riau sebagai upaya menangani konflik SDA yang telah terjadi maupun yang berpotensi konflik di daerah setempat.

"Salah satu materi penting yang perlu disampaikan adalah terkait dengan pemahaman mengenai sosial budaya," kata Direktur Scale Up Dr. M. Rawa El Amady di Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai sosial budaya itu penting sebab di Indonesia, atau khususnya di Provinsi Riau sosial budaya yang kita miliki sangat beragam.

"Dan keberagaman ini, menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa penyelesaian konlik di Daerah Kampar tidak akan sama dengan cara penyelesaian konflik di Kuantan Singingi, sebab daerah-daerah ini memiliki sosial budaya yang berbeda, salah satunya adalah perbedaan bahasa.

"Kita tidak bisa menyelesaikan konflik dengan cara yang sesuai dengan kemauan kita, atau dengan cara berpikir kita, melainkan diselesaikan berdasarkan kemauan masyarakat atau pihak yang berkonflik, oleh sebab itulah penting bagi petugas penanganan konflik untuk dibekali pengetahuan sosial budaya," jelasnya.

Selain itu, ucapnya, penyebab lain terjadinya konflik diantaranya ialah adanya ketidakadilan, kemudian pembangunan yang mengabaikan masyarakat serta terjadinya korupsi.

 "Untuk menangani konflik-konflik yang terjadi salah satu cara yang digunakan oleh scale up adalah dengan menggunakan mekanisme pasar, dan Scale Up menangani konflik berdasarkan pengaduan masyarakat," katanya.

Beberapa konflik yang telah ditangani oleh Scale Up diantaranya adalah konflik yang terjadi antara masyarakat Pangean di Kuantan Singingi, kemudian konflik antara Suku Melayu Patomuan di Kampar, dan Konflik Masyarakat Desa Lubuk Jering Siak.

 "Dalam upaya pendampingan penanganan dan penyelesaian konflik-konflik ini, Scale Up selalu mengedepankan transparansi kepada pihak-pihak yang berkonflik, sebab jika terdapat sedikit saja kecurigaan maka konflik itu tidak akan dapat diselesaikan," jelasnya.